MAKALAH ILMU SOSIAL DASAR
PENGARUH PERKEMBANGAN IT TERHADAP REMAJA
Disusunoleh :
Nama : MUHAMMAD AZIZ ASSALAM
NPM : 53417903
Jurusan :TeknikInformatika
Kelas : 1IA12
Kata
Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga
selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari
pihak yang berkontribusi dengan memberikan sumbangan bai materi maupun
pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah
ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk
kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi
lebih baik.
Karena keterbatasan
pengetahuan dan pengalaman saya , saya yakin masih banyak kekurangan dalam
makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah.
Depok,
8 November 2017
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latarbelakang
Dengan hadirnya internet yang merupakan pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka semakin mudah mengakses berbagai informasi secara internasional. Internet merupakan Interconnection Networking secara global karena merupakan jaringan komputer dalam skala internasional. Internet merupakan salah satu sumber belajar bagi pelajar, karena dengan menggunakan internet pelajar dapat mengakses informasi-informasi secara cepat dan mudah. Bahkan berbagai sumber informasi dari berbagai media dapat dimodifikasi melalui internet.
Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih ini bukan hanya memberi manfaat bagi penggunanya tapi juga menimbulkan pengaruh yang negatif bagi penggunanya, terutama bagi kalangan pelajar. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno.
Dengan adanya internet yang dapat mempengaruhi sisi baik dan sisi jelek dari pengguna internet terutama dikalangan pelajar, maka dapat menarik perhatian kami untuk melakukan penelitian ini, sekaligus menganalisis dampak positip dan dampak negatif internet terhadap pelajar.
Dengan hadirnya internet yang merupakan pengembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka semakin mudah mengakses berbagai informasi secara internasional. Internet merupakan Interconnection Networking secara global karena merupakan jaringan komputer dalam skala internasional. Internet merupakan salah satu sumber belajar bagi pelajar, karena dengan menggunakan internet pelajar dapat mengakses informasi-informasi secara cepat dan mudah. Bahkan berbagai sumber informasi dari berbagai media dapat dimodifikasi melalui internet.
Perkembangan teknologi yang semakin modern dan canggih ini bukan hanya memberi manfaat bagi penggunanya tapi juga menimbulkan pengaruh yang negatif bagi penggunanya, terutama bagi kalangan pelajar. Informasi-informasi atau situs-situs yang dapat diakses dari internet ada yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan tapi ada juga yang dapat merusak mental dari kalangan pelajar yaitu situs-situs porno.
Dengan adanya internet yang dapat mempengaruhi sisi baik dan sisi jelek dari pengguna internet terutama dikalangan pelajar, maka dapat menarik perhatian kami untuk melakukan penelitian ini, sekaligus menganalisis dampak positip dan dampak negatif internet terhadap pelajar.
1.2. Rumusan Masalah
Menurut Uncoln dan Guba
(1985:218), Masalah adalah suatu keadaan yang bersumber dari hubungan antara
dua factor atau lebih yang menghasilkan situasi yang menimbulkan tanda Tanya
dan denga sendirinya memerlukan upaya untuk mecari suatu jawaban (Dalam moleong
2005:93)
Maka dalam karya tulis ini
penulis menyimpulkan rumusan masalah sehubungan dengan karya tulis ini adalah,
A. Bagaimanakah proses pengenalan
seluruh remaja di indonesia pada Internet ?
B. Apakah perkembangan
Internet empengaruhi kehidupan remaja ?
1.3. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh deskripsi yang objektif tentang : Pengaruh internet terhadap
kehidupa remaja di Indonesia.
1.5. Manfaat Penelitian
A. Bagi penulis :
Menyadarkan masyarakat bahwa Internet dapat membawa dampak terhadap kehidupan
remaja baik secara positif maupun negative.
B. Bagi pembaca : Sebagai
tambahan informasi dalam memaksimalkan fungsi Internet.
C. Bagi guru : Sebagai
masukan dalam merancang pempelajaran beretika melalui Internet.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1. Perkembangan Internet
Sejarah Internet di mulai pada
1969 ketika departemen kesehatan Amerika, U.S. Devence Advanced Research
Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana
caranya menghubungkan sejumlah koputer sehingga membentuk jaringan organik. Program
riset ini di kenal dengan nama ARPANET.
Pada tahun 1970, sudah lebih dari
10 kompyter yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa
saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1972, Roy Tomlinson
berhasil menyempurnakan program e-mail yang dia ciptakan setahun yang lalu
untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi
populer. Pada tahun yang sama, Icon @ juga di perkenalkan sebagai lambang
penting yang menunjukkan “at” atau “pada”.
Tahun 1973, jaringan komputer
ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College
di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika Serikat yang
menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer
yakni Viton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagsan yang lebih besar,
yang menjadi cikal bakal pemikiran Internet. Ide ini di presentasikan untuk
pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah
tanggal 26 MARET 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari
Royal Signal and Radi Establishment di Malven. Setahun kemudian, sudah lebih
100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.
Pada 1979, Tom Truscott, Jim
Ellis dan Steve Bellovin menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama
USENET. Tahun 1981 france Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan
telepon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan
dengan video link.
Karena komputer yang membentuk
jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi
yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk transmission control
protocol atau TPC dan internet protokol atau IP yang kita kenal semua.
Sementara itu, di Eropa muncul
jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa
jaringan komputer di negara – negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia.
Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk meragamkan alamt dijaringan
komputer yang ada, mak pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang
kini dikenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung
dengan jaringan yang ada sudah lebih dari 1000 komputer. Pada tahun 1988, Jarko
Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet
Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali
melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini
membentuk jaringan.
Merupakan tahun yang paling
bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang
bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang
membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui
sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet.
Tahun 1994, Situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk
pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia
langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus
kelahiran Netscape Navigator 1.0.
Dewasa ini kemajuan teknologi
internet telah merambah ke segala bidang kehidupan, mulai dari bidang bisnis,
hiburan, budaya dan bahkan pendidikan. Kita semakin dipermudah dengan adanya
teknologi yang satu ini. sejak perkembangan pertamanya Internet telah merubah
tatanan dan budaya hampir sebagian manusia diberbagai penjuru dunia.
Meninggalkan segala pekerjaan yang bersifat manual dan mulai beralih kepada
dunia digital (internet).
2.2. Kehidupan Remaja
Kata “remaja” berasal dari bahasa
latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to
grow. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja, seperti DeBrun
(dalam Rice, 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara
masa kanak-kanak dengan masa dewasa.
Menurut Papalia dan Olds (2001),
masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa
dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada
usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Menurut Hurlock (1981)
remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000)
memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam
Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan
batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa
remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan
ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang
diperpendek.
Masa remaja adalah suatu masa
perubahan. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik,
maupun psikologis. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja
antara lain.
v Peningkatan emosional yang
terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa
storm & stress. Dari segi kondisi sosial, peningkatan emosi ini merupakan
tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya.
Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja, misalnya
mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, mereka harus
lebih mandiri dan bertanggung jawab.
v Perubahan dalam hal yang
menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. Selama masa remaja banyak
hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan
dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. Hal ini juga dikarenakan adanya
tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja, maka remaja diharapkan untuk
dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting.
v Perubahan nilai, dimana
apa yang mereka anggap penting pada masa kanak-kanak menjadi kurang penting karena
sudah mendekati dewasa.
v Kebanyakan remaja bersikap
ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Di satu sisi mereka
menginginkan kebebasan, tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab
yang menyertai kebebasan tersebut, serta meragukan kemampuan mereka sendiri
untuk memikul tanggung jawab tersebut.
Remaja adalah masa yang penuh
dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu
di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat
Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan
tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang. Erickson
menyatakan masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian
identitas dan karakter diri.
Alport (193752) menyatakan bahwa
”character is personality evaluated, and personality is character devaluated”
(dalam suryabrat, 1982:2), Alport beranggapan bahwa watak (character) dan
kepribadian (personality) adalah sama dan satu, akan tetapi dipandang dari segi
berlainan, kalau orang tidak memberikan penilaian, jadi menggambarkan apa
adanya, maka dipakai istilah “personality” dan kalau orang bermaksud hendak
mengenakan norma – norma, jadi mengadakan istilah penilaian, maka lebih tepat
dipergunakan istilah “character”.
Guanarso (1989) merangkum
beberapa karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada
diri remaja, yaitu :
· Ketidakstabilan emosi.
· Kecanggungan dalam
pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
· Adanya perasaan kosong
akibat perombakan pandangan dan petunjuk hidup.
· Adanya sikap menentang dan
menantang orang tua.
· Pertentangan di dalam
dirinya sering menjadi pangkal penyebab pertentangan-pertentang dengan orang
tua.
· Kegelisahan karena banyak
hal diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhi semuanya.
· Senang bereksperimentasi.
· Senang bereksplorasi.
· Mempunyai banyak fantasi,
khayalan, dan bualan.
· Kecenderungan membentuk
kelompok dan kecenderungan kegiatan berkelompok.
Berdasarkan tinjauan teori
perkembangan, usia remaja adalah masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang
cepat, termasuk perubahan fundamental dalam aspek kognitif, emosi, sosial dan
pencapaian (Fagan, 2006). Sebagian remaja mampu mengatasi transisi ini dengan
baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis,
fisiologis, dan sosial. Beberapa permasalahan remaja yang muncul biasanya
banyak berhubungan dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.
A. Proses Pengenalan Remaja Pada Internet.
Mayoritas remaja di Indonesia
mulai mengenal dan mengaplikasikan internet sejak masa smp, dimulai pada saat
akan memasuki dunia menengah pertama hingga menjelag mengakhiri dunia sekolah.
Pada umumnya remaja (khususnya
pelajar) dipamekasan mulai mendapatkan pelajaran T.I.K tentang internet pada
saat masa sekolah menengah pertama, pada saat itu mereka mengakui adanya
pengaruh yang sangat besar tentang pandangan orang lain terhadap diri mereka,
seperti, tidak menginginkan adanya pandangan bahwa mereka gagap teknologi,
karena hal itulah peneliti menemukan adanya rasa minder atau rasa tidak percaya
diri pada remaja yang tidak atau kurang mengetahui internet, sehingga, mereka
melakukan suatu upaya untuk menghilangkan anggapan orang tersebut, dalam hal
ini kami melihat teman sebaya merupakan faktor yang sangat mendominasi
dikalangan remaja, pergaulan mereka dapat menciptakan suasana dapat saling
menerima dan memberi, dimana para responden kami kebanyakan mengatakan bahwa
“melihat teman saya bisa mengaplikasikan internet, saya menjadi semangat untuk
belajar juga” karena hal itu mereka melakukan suatu imitasi sikap, namun,
walaupun mayoritas remaja memulai mengenal internet dengan cara yang relatifsama,
sikap mereka dalam menghadapi perkembangan internet berbeda satu sama lain,
karena intensitas mereka dalam mengakses internet berbeda, hal ini akan di
bahas lebih mendetil dalam pembahasan berikutnya.
Proses pengenalan remaja pada
internet di pamekasan juga tidak akan berlangsung tanpa adanya sarana yang
mendukung mereka, karena melalui sarana itulah mereka meulia
bereksprimentasi, kami mengamati sarana sekolah pada saat mereka mendapatkan
pelajaran internet sangat mendukungproses pengenalan mereka, karena saat itulah
awal mereka mengenal internet sehingga, jika sekolah telah meyediakan ,media
untuk mengakses internet mereka juga lebih terarah dalam pengaksesannya,
korelasi antara pengaruh teman dan adanya sarana itu berperan penting, karena
faktanya dalam penelitian ini akmi menemukan pada sebagian remaja yang hidup di
pedesaan dan pada umumnya tidak mendapat sarana untuk mengakses internet,
mereka hanya mendapat matri yang mereka kaui tidak begitu paham,karena tidak
bersentuhan secara langsung, ironisnya keinginan mereka masih sangat besar
untuk mengetahui internet lebih jauh,namun karena kendala sarana itulah
menyimpan keinginan tersebut, bahkan sebagian remaja malu berbicara tentang
internet walaupun mereka ingin tahu karena lasan mereka tidak pernah mengenal
internet secara langsung, beda halnya dengan remaja yang sering atau setidaknya
telah mengaplikasikan internet itu sendiri, mereka telah bisa mendapatkan
informasi secara lebih, bermain dalam internet, menikmati hiburan, bahkan
mendapatkan teman sebagaimana data yang kami peroleh.
Sebagian remaja di Pamekasan
mendapatkan lebih dari 100 teman dari duni maya (internet) sebagian yang lain
tidak meyukai hal tersebut.
Dalam penelitian kami menemukan
beberapa responden menyatakan senang mendapatkna teman yang banyak dari dari
dunia maya, bisa dalam hal keperluan informasi ataupun yang lainnya namun
beberapa responden menyetakan hak itu tidak menarik, setelah kami telusuri
lebih jauh, hal ini ternyat juga disebabkan proses pengenalan yang terjadi pada
massa awal dan tindakan yang mereka lakukan sesudahnya, remaja yang pada awal
mengenal memang sanagat antusias maka memungkinkan mengakses internet secara
menyeluruh sedangkan yang hanya berniat mengenal internet saja mengakses
internet untuk keperluan keperluan yang dianggap penting ataupun pelepas rasa bosan.
Jadi proses pengenalan remaja di
pamekasan berbeda antar remja dan remaja yang lain tergantung dari kesediaan
faktor pendukung seperti yang diuraikan pendapat, proses tersebut dapat
berlangsung cepat dan berkembang pada beberapa remaja tapijuga dapat berlangsung
lambat dan statis pada remaja lain.
B. Pengaruh Perkembangan Internet Pada Kehidupan Remaja Di
Indonesia.
Pertumbuhan pengguna internet di
Indonesia semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi infomasi yang
berlangsung pada dunia luar ikut mendapat dampak dari hal tersebut berdasarkan
data yang kami peroleh.
Di Indonesia telah banyak remaja
yang menggunakan handphone dengan layanan GPRS namun sebagian dari mereka memiliki
warung internet.
Pada dasarnya sudah banyak remaja
yang menggunakan handphone dengan layanan GPRS, sehingga mereka dapat mengakses
internet melalui handphone mereka kapanpun mereka inginkan. Dalam kondisi ini
kami telah mencoba mencari informasi dari beberapa responden yang melalukan hal
ini, ternyata mereka mengakui adanya teknologi seperti ini sangat menyenangkan
bagi mereka, karena mereka dapat mengakses internet dimanpun mereka mau,
sayangnya, kami menemukan pelanggaran remaja (pelajar) terhadap peraturan
sekolah untuk tidak mengaktifkan handphone selama kegiatan belajar mengajar
berlangsung karena ketertarikan yang telah menggerogoti mereka, para remaja
mengakui seringnya lupa waktu, karena hal itu pada beberapa remaja yang lain
mengakui warung internet adalah tempat yang lebih menyenangkan dan lebih
menarik untuk mengakses internet. Alasan yang mereka kemukakan relatif sama,
biaya yang mereka keluarkan akan terasa lebih ringan dari pada harus
menggunakan handphone yang menghabiskan pulsa, selain itu layanan di warnet,
lebih baik karena mereka dapat mengakses data lebih luas dan lebih leluasa,
dalam kata “leluasa” ini kami menemukan sesuatu yang menarik karena dari
jawaban responden yang kami temui, mereka mengungkapkan bukan sekedar leluasa
dalam hal pengaksesan. Namun juga dengan leluasa dapat keluar rumah memilih
warung internet yang mereka sukai. Bahkan secara leluasa memilih teman selama
mengakses internet. Karena hal itulah kami melihat remaja di Indonesia mulai
mengalami sikap ambivalen, di satu sisi mereka menginginkan kebabasan, namun di
sisi lain mereka takut akan tanggun jawab yang mengiringi kebebasan itu. Mereka
mengaku lebih tertarik mengakses internet di luar rumah karena tidak akan
mendapatkan pertanyaan – pertanyaan menyelidiki dari orang tua mereka, seperti,
untuk apa kamu mengakses situs itu? Apa kegunaannya bagi kamu?, dan berbagai
argumen orang tua yang mereka rasa bernada perintah, karena penyediaan warung
internet yang cukup memadai di kota Indonesia sekalipun belum merata, menyebabkan
mudahnya remaja yang memilih alasan “leluasa” tersebut untuk menjalankan
keinginannya.
Pada awalnya hipotesa kami pada
penelitian dalam hal alasa ini, akan menyebabkan kesenjangan hubungan orang tua
dan anak, karenanya, kami mencoba memberikan suatu pilihan kasus pada remaja
untuk akhirnya mereka jawab, “jika mereka akan keluar rumah sepulang sekolah
karena alasan pergi ke warung internet apakah mereka akan lengsung pergi tanpa
izin orang tua?”, jawaban yang mereka ajukan umumnya bervariasi, seperti minta
izin melalui handphone kemudian pergi, pulang dulu kerumah kemudian mengganti
waktu pada sore hari, namun intinya mereka memilih untuk mendapatkan izin orang
tua, alasannya karena, sekalipun mereka dapat langsung pergi ke warnet saat itu
namun merek tidak ingin mendapatkan masalah yang berkepanjangan dengan orang
tua mereka karena alasan sering keluar rumah, sepanjang penelitian ini kami
menemukan remaja Pamekasan masih menghormati orang tua mereka. Namu tetap
berpotensi menimbulkan sedikit perubahan pada hubungan mereka. Data lain yang
peneliti peroleh adalah :
Mayoritas warung internet di
Pamekasan memiliki pelanggan remaja yang intensitasnya relatif sama. Bahkan,
waktu berlangganan yang relatif sama pula, namun mereka memilih cara yang
berbeda dalam melayani pelanggannya.
Setelah kami melalukan interview,
banyak pemilik warung internet yang mengaku 70% dari pelanggannya adalah
remaja, mereka biasanya mendapatkan pelanggan remaja lebih banyak pada saat
pulang sekolah, sore hari, dan minggu pagi. Sedangkan pada malam hari
remaja yang menggunakan internet tidak banyak, namun bukan dalam artian tidak
ada, dalam kondisi warnet di Pamekasan lebih di dominasi remaja. Tentunya
layanan yang diberikan berbagai warnet di Pamekasan juga harus diteliti untuk mengetahui
perubahan sikap yang mereka tunjukkan pada saat mengakses internet, ternyata
beberapa pemilik warnet mengakui adanya beberapa penyimpangan pada akses yang
remaja lakukan, mareka perhari menemukan remaja membuka situs – situr
pronografi dan melihat warnet sering kali digunakan sebagai tempat berbuat
maksiat bersama pasangan mereka, hal ini sehubungan dengan penelitian
sebelumnya yang menyatakan warnet memungkinkan remaja memilih teman sesuka hati
mereka, pada warnet lain, ada yang mengungkapkan tidak melalukan pengawasan
pada akses yang dilakukan remaja sehubungan dengan privasi pelanggan dan jarak
antara server dan pelanggan yang jauh, namun bukan berarti warnet yang demikian
itu, tidak melakukan suatu upaya untuk mengurangi keingingan remaja untuk
berbuat hal negatif, karena kenyatannya pada umumnya pemilik warnet menyadari
potensi perbuatan negatif yang akan dilakukan remaja sehingga mereka melakukan
suatu upaya untuk mencegah atau setidaknya meminimalisir potensi tersebut,
seperti menformat bentuk – bentuk warung internet yang tidak bertirai sehingga
pelanggan tidak berada dalam kondisi terlalu tertutup namun antar pelanggan di
batasi tembok triplex sebagai pembatas, pada wallpaper komputer diberi anjuran
untuk menggunakan internet pada hal – hal positif bahkan ada warung internet
yang pada temboknya juga diberik anjuranserupa. Pada warnet yang pemiliknya
pernah secara langsung menemukan pelanggaran sikap ataupun situs akses, mereka
mengaku menasehati pelanggan yang melalukan pelanggaran tersebut. Melalui kata
– kata secara langsung. Namun biasanya hal itu membuat pelanggar enggan untuk
kembali ke warnet tersebut. Hal ini menunjukkan masih adanya rasa malu pada
setiap pelanggaran yang remaja lakukan.
Kini warnet di Pamekasan semakin
memberikan berbagai cara untuk menarik pelanggan, seperti dalam hal tarif ada
warnet yang membagi dalam bentuk paket, tapi pada umumnya warnet di Pamekasan
memberikan tarif Rp. 3.000 pada pelanggannya perjam. Dalam hal program,
beberapa warung internet juga memberikan suguhan program keunggulan warnetnya
seperti : google earth, pemutar video dan software editing photo, sehigga
pelanggan yang umumnya remaja lebih tertarik, tentunya dengan berbagai layanan
tersebut, remaja akan melakukan pilihan pada warnet mana dan program apa yang
akan mereka akses, peneliti menemukan bahwa :
Hobi dan kebiasaan remaja
mempengaruhi pilihan mereka dalam mengakses internet.
Dalam hal ini peneliti memberikan
sample responden yang menyukai musik dan selalu ingin terdepan dalam informasi
musik terbaru mengakses situs 4shared, stafaband.com dan lainnya, remaja yang
gemar seni mengakses situs DA, remaja yang terbisa hidup dengan berbagai
kelompok teman yang relatif besar mengakses facebook, friendster, twitter dan
sebagainya. Beberapa sampel tersebut tentunya menunjukkan hobi dan kebiasaan
mereka mempengaruhi apa yang akan mereka akses. Setelah kami melakukan
penelitian lebih lanjut terhadap sikap mereka dalam menghadapi pekermbangan
internet, kami mencoba memberikan pertanyaan perihal kasus Prita Mulya Sari
yang menyebabkan terlibat konflik karena pernyataannya di internet. Dalam hal
ini peneliti menginginkan jawaban apakah dengan adanya kasus tersebut,
menimbulkan dampak tertentu, hasil penelitian kami adalah :
Keinginan menyalurkan rasa ingin
tahu pada remaja di Pamekasan lebih besar dari rasa khawatir mereka.
Pada dasarnya setiap responden
remaja mengaku merasa kekhawatira namun mereka menyatakan tidak terpengaruh
dalam hal intensitas mereka mengakses internet, mereka tetap mengakses internet
seperti kebiasaan mereka entah itu 1 minggu 3 kali, 1 minggu 5 kali, setiap
hari, atau yang hanya memanfaatkan waktu luang saja, yang berbeda hanyalah
kewaspaan mereka dalam hal mengungkapkan kalimat di internet ataupun tindakan –
tindakan lainnya. Pastinya mereka mengaku lebih behati – hati. Ternyata dalam
hal ini ada responden kami yang pernah mengalami konflik karena situs
pertemanan facebook, dia mengaku pernah mempunyai masalah dengan teman
facebooknya, namun untungnya hal itu tidak berkepanjangan, dikarenakan ketika
masalah itu mulai muncul, dia langsung mencoba membicarakannya secara baik –
baik kepada pihak yang bersangkutan di dunia nyata, hal ini menunjukkan tidak
selamanya internet menimbulkan konflik, namun di sisi lain internet juga dapat
memberikan pendewasaan sikap remaja yang sedang mengalami masa transisi dalam
menghadapi masalah, bagaiman mereka meredam emosi ketika mendapati sebuah
masalah di internet, memikirkan secara baik solusi terhadap masalah tersebut,
hingga menemui orang yang bersangkutan untuk memecahkan masalah bersama, hal
ini tentu menggambarkan proses yang sangat baik akan terjadi pada remaja,
sekalipun hal tersebut masih tergantung pada sikap tempraman yang ada pada
individu remaja tersebut. Selanjutnya penelitian kami lebih lanjut lagi
menemukan bahwa :
Intensitas dan kualitas program
yang diakses melalui internet mempengaruhi sikap remaja Pamekasan terhadap
perkembangan internet.
Remaja yang lebih sering
menggunakan internet, tentu akan lebih mengetahui program – program yang dimiliki
internet secara intens, hal tersebut menyebabkan mereka lebih mengetahui betapa
banyaknya kesenangan yang mereka dapatkan dari internet, sehingga mereka akan
selalu mengikuti perkembangan internet. Seperti menambah teman dari internet
dan berkomunikasi secara intens dengan komunitasnya. Yang menyebabkan mereka
tidak pernah luput dari online di internet, pada awalnya mereka merasakan
kecanduan hingga responden kami mengaku lupa waktu saat menggunakan internet.
Mereka merasa waktu berjalan begitu cepat hingga tanpa mereka sadari telah
melewatkan waktu berjam – jam di dunia maya (internet). Bahkan, sering kali
lupa pada tugas yang harus mereka kerjakan di dunia nyata, di sini terlihat
bahwa mereka sangat antusias terhadap perkembangan internet. Di sisi lain
remaja yang tidak terlalu sering menggunakan internet, mereka hanya mengakses
internet di sisi kebutuhan mareka saja, seperti untuk keperluan tugas ataupun
sekedar bertukar e-mail, beberapa responden kami menyatakan tidak ingin terlalu
tergantung dengan internet. Sehingga memutasi pengaksesannya dan hanya
memanfaatkan untuk keperluan yang sekiranya penting bagi mereka. Karena hal
tersebut mereka cenderung tidak terlalu tertarik dengan perkembangan internet
yang ada. Namun mengenai perubahan kehidupan yang dialami remaja di Pamekasan.
Kami menemukan bahwa :
Remaja Pamekasan pada umumnya
merasakan perubahan yang terjadi pada kehidupannya setelah mengenal internet.
Pada umumnya perubahan yang
mereka rasakan adalah mereka lebih tahu tentang informasi terbaru sehingga
dapat menambah pengetahuan mereka, dalam menyelesaikan tugas lebih mudah. Dan
mereka merasakan hidup lebih menyenangkan dengan internet, ada pula yang
mengungkapkan beberapa responden mengaku lebih suka membaca informasi dari
internet dari pada harus membaca buku, berbagai perubahan yang terjadi
diakibatkan perkembangan internet tersebut tentunya tidak lepas dari perubahan
pada hubungan mereka pada orang tuannya, diantara perubahan yang terjadi dan
dapat mempengaruhi hubungan orang tua dengan remaja adalah, puberitas,
penalaran logis yang berkembang, pemikiran idealis yang meningkat, dan
pergaulan menuju kebebasan. Biasanya konflik yang terjadi antara remaja dengan
orang tua hanya berkisar masalah kehidupan sehari – hari seperti jam pulang
kerumah yang jarang menimbulkan dilema utama.
Ternyata tindakan orang tua
terhadap perilaku perubahan anak mempengaruhi intensitas perubahan mereka.
Karena beberapa remaja juga mengeluhkan cara – cara orang tua memperlakukan
mereka yang otoriter, atau sikap – sikap orang tua yang terlalu kaku atau tidak
memahami kepentingan remaja. Akhir – akhir ini banyak orang tua maupun pendidik
yang merasa khawatir bahwa anak – anak mereka, terutama remaja mengalami
degradasi moral. Sementara remaja sendiri juga sering dihadapkan pada dilema –
dilema moral, sehingga remaja merasa bingung terhadap keputusan – keputusan
moral yang harus diambilnya, walaupun di dalam keluarga mereka sudah ditanamkan
nilai – niali, tetapi remaja akan merasa bingung ketika menghadapi kenyataan
ternyata nilai – nilai tersebut sangat berbeda dengan nilai – nilai yang
dihadapi bersama teman – temannya maupun dilingkungan yang berbeda. Pengawasan
terhadap tingkah lalu oleh orang dewasa sudah sulit dilakukan terhadap remaja
karena lingkungan remaja sudah sangat luas, sehingga pengasahan terhadap hati
nurani sebagai pengendali internal perilaku remaja menjadi sangat penting, agar
remaja bisa mengendalikan perilakunya sendiri ketika tidak ada orang tua maupun
guru dan segera menyadari serta memperbaiki diri ketikaq dia berbuat salah.
DAFTAR PUSTAKA

Komentar
Posting Komentar