PENGANTAR WEB SCIENCE
PROSES
ANALISIS WEB TERMASUK PARAMETER PENGUKURNYA
2IA05
Seiring
berkembangnya kemajuan teknologi, tidak terasa sudah lama sekali kita mengenal
internet sebagai suatu alat untuk membantu kehidupan kita. Setiap hari bahkan
hampir setiap jam kita seakan memiliki ketergantungan terhadap internet. Salah
satu fitur yang ditawarkan internet adalah sebuah web, yang merupakan salah
satu fitur dari internet yang paling sering kita kunjungi. Setelah menjadi
pengamat dan pengunjung banyak web, sudah seharusnya kita mengenal dan dapat
membedakan mana web-web yang berkualitas dan tidak sehingga kita dapat
memanfaatkan informasi yang kita dapatkan dari web-web tersebut dengan baik.
Kita dapat mengukur kualitas suatu web dengan analisis web. Analisis Web adalah
pengukuran, pengumpulan, analisis dan pelaporan data internet untuk tujuan
memahami dan mengoptimalkan penggunaan web. Untuk menganalisa suatu website
perlu di ketahui kriteria apa saja yang akan di analisa.
Untuk
mengukur suatu kualitas suatu website kita bisa menggunakan beberapa tools
untuk mengecek, mulai dari SEO(search engine optimization) atau juga bisa
melihat traffic atau lalu lintas pengunjung yang pernah dan juga yang sedang
mengunjungi website kita. Semakin tinggi pengunjung, tentu akan menaikkan suatu
pengukuran suatu website itu sendiri, sehingga rating dari website tadi juga
akan semakin tinggi.
-tools-tools
pengukur analisis website
a. GTmetrix,
adalah websiteuntuk menganalisa kecepatan web yang tersedia secara gratis,
dengan menggunakan google page speed dan Yahoo YSlow sebagai analyze engine dan
untuk menampilkan hasil serta rekomendasi yang harus dilakukan. Dengan GTmetrix
juga dapat membandingkan beberapa URL sekaligus dan jika mendaftar sebagai
anggota maka dapat: melihat tes sebelumnya untuk membandingkan hasilnya,
menjadwalkan cek website secara otomatis, menyimpan laporan serta memilih hasil
laporan untuk ditampilkan kepublic atau tidak.
b. Alexa menganalisa
penggunaan web dari sumber lalu lintas data, termasuk juga Alexa Toolbar untuk
pengguna yang akhirnya membuat peringkat lalu lintas untuk website. Hal ini
pada dasarnya menentukan seberapa populer sebuah situs web. Meskipun nilai ini
sangat dihormati di kalangan tertentu, lalu lintas data bukan sampel yang
representatif dari populasi internet global, tetapi beragam luas statistik
diambil dari pengguna Alexa Toolbar. Hal lain yang perlu diingat adalah bahwa
situs dengan lalu lintas rendah relatif tidak akan akurat peringkat oleh Alexa
karena sulit untuk memastikan angka yang benar dari situs dengan kurang dari
1000 pengunjung. Namun nilai yang bermanfaat ketika membandingkan situs serupa,
apalagi 6.000.000 orang mengunjungi Alexa setiap bulan, yang bukan angka yang
akan mengendus. Kelebihan tools ini adalah Alexa ini membantu dengan memberikan
informasi tentang kualitas dan popularitas dari sebuah website, berguna bagi
website yang anda memiliki untuk diterima dalam program make money online,
membantu anda dalam mengetahui posisi jika terdapat kompetisi dan anda bisa
mengetahui volume traffic dari website yang anda miliki
c. Pingdom,
Aplikasi yang saya maksudkan di sini ialah Pingdom – didatangkan dalam 3 versi
(percuma, basic dan business). Selain daripada menawarkan servis percuma untuk
menjalankan test page speed / load time blog dan laman web, Pingdom turut
menawarkan servis untuk memantau Uptime dan Downtime blog terus dari smartphone
anda.
Untuk
mengevaluasi sebuah website kita bisa menggunakan sebuah parameter sebagai acuan,
ada banyak sekali parameter yang dapat digunakan untuk mengevaluasi sebuah
website. Namun secara umum ada beberapa parameter yang paling sering digunakan
dalam menilai sebuah website seperti :
Accesibility
Yaitu bagian yang menjelaskan seberapa baik sebuah website dalam aspek aksesnya. Seperti apakah website tersebut sudah dapat diakses menggunakan teknologi-teknologi terbaru yang ada saat ini seperti melalui ponsel atau PDA ?.
Readibility
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang “Apakah situs tersebut nyaman untuk dibaca ?” dan “Apakah pengakses bisa mudah membaca dan mengerti isi situs tersebut?”.
Speed
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang kecepatan tampilnya sebuah situs. Pengakses cenderung malas dan langsung menutup browser pada saat mereka membuka sebuah situs yang lambat diakses, sehingga mereka harus menunggu beberapa lama untuk melihat tampilan situs tersebut. Pengakses cenderung tidak mau menunggu terlalu lama untuk melihat sebuah situs. Semakin cepat situs itu dalam melakukan loading time pastinya akan semakin baik.
Content
Yaitu bagian yang menjelaskan tentang isi dari website tersebut. Karena itu konten adalah bagian yang paling penting dari sebuah penilaian. Karena itu konten haruslah menarik, relevan, dan sesuai untuk target audien situs yang dituju.
Technology
Maksud dari technology disini yaitu menjelaskan tentang aplikasi atau teknologi apa saja yang digunakan dalam pengembangan website tersebut. Seperti teknologi yang yang digunakan dalam segi mendesain website tersebut. Dan seberapa baik desain itu dibangun.
Setelah mengetahui parameter – parameter umum dalam menilai sebuah website, kita dapat melakukan analisa terhadap suatu website. Sebelum itu kita harus mengetahui tipe analisis web.
Tipe-Tipe Analisis Web:
a. Content Analysis
Mengidentifikasi
isi yang akan ditampilkan pada aplikasi berbasis web ini. Isi informasi dapat
berupa teks, grafik, audio, maupun video.
b.
Interaction Analysis
Analisis
yang menunjukkan hubungan antara web dengan pengguna.
c.
Functional Analysis
Menentukan
operasi yang akan diaplikasikan pada WebApp dan termasuk di dalamnya
fungsi-fungsi yang melakukan proses. Semua operasi dan fungsi dideskripsikan
secara detil
d.
Configuration Analysis
Konfigurasi
yang digunakan pada aplikasi berbasis web, internet, intranet, atau extranet.
Selain itu, analisis ini juga meliputi relasi database dengan web jika
diperlukan. Setelah mengetahui apa saja jjenis dari analisis maka kita akan
masuk ke tahap proses menganalisanya.
Setelah mengetahui apa saja parameter dan tipe analisis data, tentunya kita juga harus mengetahui langkah-langkah pengujiannya. Pengujian merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam jaminan kualitas aplikasi. Pengujian ini dilakukan untuk menemukan beberapa kesalahan yang disebabkan oleh proses perancangan maupun proses implementasi yang belum benar.
Biasanya
sebuah pengujian dilakukan oleh sekelompok tim yang sudah teroganisir. Dalam
pengujian aplikasi berbasis WEB ini tim tersebut akan menyusun beberapa
langkah. Menurut Krishen Kota terdapat 10 langkah dalam pengujian aplikasi
berbasis WEB diantaranya adalah :
1. Menentukan Sasaran Pengujian (Objective)
Sebelum
melakukan sebuah pengujian kita harus menentukan beberapa sasaran pengujian,
agar pengujian yang akan dilakukan terarah. Sehingga seorang penguji dapat
menentukan beberapa prioritas pengujian dalam sebuah pengujian aplikasi.
2. Menentukan Proses dan Pelaporan Pengujian
Dengan
menentukan proses pengujian dan susunan pelaporan pengujian, maka setiap
anggota dalam sebuah tim penguji akan mengerti aliran dari sebuah proses
pengujian.
3. Memantau Hasil Pengujian (Tracking Results)
Ketika kita
sudah memulai sebuah proses pengujian aplikasi, kita akan menemukan beberapa
error, bug, defect, dan sebagainya. Sehingga tim penguji membutuhkan cara untuk
menyimpan, mengorganisir dan mendistribusikan informasi tersebut kepada semua
anggota tim penguji. Tim juga akan membutuhkan cara untuk menjaga tim agar
tetap mendapat informasi status dari sebuah proses pengujian. Oleh karena itu,
dalam sebuah pengujian dibutuhkan pemantauan hasil (tracking results).
4. Menentukan Area Pengujian (Environment Test)
Menentukan
area pengujian disini diartikan sebagai pembagian wilayah kerja dari sebuah
tim, misalkan sebuah tim penguji dibagi menjadi tiga area pengujian yaituWEB
server, database server, dan application server.
5. Pengujian Kegunaan Aplikasi (Usability Testing)
Dalam tahap
usability test ini kita akan mencoba meneliti tiga aspek yang berkaitan dengan
user’s experience diantaranya adalah :
Apakah WEB
application tersebut memiliki desain antarmuka yang konsisten?
Seberapa
mudahkah navigasi dari WEB application tersebut?
Apakah feed
back yang diberikan WEB application tersebut sesuai dengan keinginan pengguna?
6. Pengujian Unit (Unit Testing)
Unit testing
ini merupakan pengujian yang hanya fokus pada beberapa bagian kecil dari
fungsionalitas WEB application. Misalnya menguji kebenaran dari penyimpanan
data setelah pengguna menekan tombol “submit”.
7. Pengujian Kode HTML
Pengujian
kode HTML ini bertujuan untuk menguji apakah aplikasi tersebut dapat dijalankan
pada bermacam-macam browser, resolusi layar dan OS yang berbeda. Pengujian ini
dapat dilakukan melalui http://validator.w3.org.
8. Load Testing
Pengujian
ini dimaksudkan untuk mengukur seberapa lamakah sebuah halamanWEB application
di-load kedalam browser milik pengguna. Pada umumnya, sebuah halaman dapat
di-load kurang dari 15 detik.
9. User Acceptance Testing
Dengan
melakukan pengujian ini, tim akan mengetahui apakah WEB applicationtersebut
sudah memiliki fungsi yang sesuai dengan keinginan pengguna atau belum.
Pengujian ini dapat dilakukan dengan menguji aplikasi versi Beta.
10. Pengujian Keamanan (Security Testing)
Tahap ini
merupakan tahap akhir yang penting untuk mengetahui apakah WEB application
tersebut sudah memiliki sistem keamanan yang baik atau belum. Kita juga harus
menguji apakah WEB application tersebut aman terhadap serangan dari dalam
maupun luar sistem.
DAFTAR PUSTAKA:
http://nadiasafarah.blogspot.com/2017/04/proses-analisis-web-dan-parameter.html
http://fryunfirst.blogspot.com/2013/05/analisis-web.html

Komentar
Posting Komentar